Selasa, 27 November 2012

3.4 Pengertian Struktur pengendalian intern (SPI)



Sistem pengendalian intern (SPI ) adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian intern :

1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

A. Elemen Pengendalian Internal
1.Lingkungan Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian

3.3 jelaskan hambatan pasif & contohnya


Hambatan Pasif

Hambatan  pasif mencakup kesalahan sistem, termasuk bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, danangin badai. Kesalahan sistem menggambarkan kegagalan komponen peralatan sistem, seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga,matinya aliran listrik, dan sebagainya.
Pengendalian terhadap hambatan semacam ini dapat berupa pengendalian preventif maupun korektif seperti

a.   Sistem Toleransi Kesalahan

Dimana sebagian besar metode yang digunakan untuk menangani kegagalan komponen sistem adalah pengawasan dan redundancy. Jika salah satu system gagal, bagian redundancy akan segera mengambil aloh dan system dapat terus beroperasi tanpa interupsi.

b.   Memperbaiki Kesalahan : Backup File

3.2 jelaskan hambatan aktif & contohnya


Hambatan  aktif mencakup kecurangan sistem informasi dan sabotase komputer.

Metode yang dapat digunakan dalam melakukan kecurangan sistem informasi: 

Manipulasi input
Manipulasi input merupakan metode yang biasa digunakan. Metode ini mensyaratkankemampuan teknis yang paling minimal. Seseorang bisa saja mengubah input tanpamemiliki pengetahuan mengenai cara operasi sistem komputer.
 Mengubah program
Merubah program mungkin merupakan metode yang paling jarang digunakan untuk melakukan kejahatan komputer. Langkanya penggunaan metode ini mungkin karenadibutuhkan keahlian pemrograman yang hanya dimiliki oleh sejumlah orang yang terbatas.Selain itu, banyak perusahaan besar memiliki metode pengujian program yang dapatdigunakan untuk mendeteksi adanya perubahan dalam program
 Mengubah file secara langsung
Dalam nenerapa kasus, individu-individu tertentu menemukan cara untuk memotong(bypass) proses normal untuk menginputkan data ke dalam program computer. Jika hal ituterjadi, hasil yang dituai adalah bencana
 Pencurian data
Sejumlah informasi ditransmisikan antarperusahaan melalui internet. Informasi ini rentanterhadap pencurian pada saat transmisi. Informasi bisa saja disadap. Ada juga kemungkinanuntuk mencuri disket atau CD dengan cara menyembunyikan disket atau CD ke dalamkantong atau tas. Laporan yang tipis juga bisa dicuri dengan dimasukkan ke dalam kotak sampah.
  Sabotase
Seorang penyusup menggunakan sabotase untuk membuat kecurangan menjadi sulit danmembingungkan untuk diungkapkan. Penyusup mengubah database akuntansi dankemudian mencoba menutupi kecurangan tersebut dengan melakukan sabotase terhadapharddisk atau media lain.

3.1 kerentanan sistem (S.P.I)


    Kerentaan syistem sama hal dengan seperti tubuh manusia yang memiliki kekebalan pada lingkungan. Ada yang kuat dan ada yang rentan. Begitu pula suatu sistem yang memang dibentuk oleh manusia memiliki tingkat keamanan ataupun kerentanan. Kerentanan merupakan suatu kelemahan di dalam sutu sistem. Dimana akibat faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhinya. Hal ini erat kaitannya dengan sebuah ancaman/hambatan  yakni suatu potensi dari suatu kerentanan yang ada yang pada akhirnya digunakan pihak-pihak tertentu untuk merusak sistem.

Minggu, 21 Oktober 2012

pengertian DFD (data flow diagram) dan contoh gambar


 Data flow diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data system, yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data system, yang penggunanya sangat membantu untuk memahami system secara logika, terseruktur dan jelas,
DFD mempunyai 4 komponen, yaitu :
  • Proses

          adalah proses yang mengubah input menjadi output.


  • Alur data /data flow

          adalah penggambaran pindahan data/informasi dari suatu bagian ke bagian lain.

  • Data store /penyimpanan data

          adalah sarana untuk mengumpulkan data.


  •  Terminator

         adalah sumber tujuan alur.

gambar dan jelaskan simbol-simbol dasar flowchart


       Flowchart atau diagram alur adalah sebuah  diagram dengan symbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah –langkah yang di simbolkan dalam bentuk kotak,berserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langka tersebut menggunakan tanda panah.

    Tujuan membuat flowchart :
  • Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah.
  • Secara sederhana, terurai, rapih dan jelas.
  • Menggunakan symbol-simbol dasar
Dalam penulisan flowchar di kenal dua model, yaitu  Sistem Flowchart dan program Flowchar :
  • System Flowchart

Bagan  yang memperlihatkan urutan procedure dan proses dari beberapa file di dalam media tertentu.
  • Pogram Flowchart
Bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu program
Symbol dasar pada Flowchar t: 


Sabtu, 06 Oktober 2012

pengertian sistem informasi akuntansi (SIA)


Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.